Tips Monetisasi Blog Terbaru 2020


“Gimana cara kita mendapatkan uang dari hasil ngeblog?, Hal ini terkadang sempat terlintas di pikiran para blogger. Karena, sejak beberapa tahun terakhir ini blog ataupun website tak lagi berfungsi sebagai catatan pribadi dari sang penulis, tapi sekarang ini blog sudah menjadi sarana untuk berbagi informasi kepada masyarakat. Karena hal tersebut, mengapa tidak kita jadikan saja sebagai peluang?

Mendapatkan uang melalui sebuah blog pada website atau bisa disebut “monetisasi blog” adalah suatu kegiatan pemasaran yang dapat memberikan keuntungan, baik dari sisi materi ataupun exposure. Jika dari sisi materi kamu akan mendapatkan keuntungan langsung berupa uang, jika dari sisi exposure bisa menaikkan awarenesswebsite-mu di mata khalayak yang kamu tuju. Berikut ini beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memonetisasi website-mu.

Tips Monetisasi Blog

1. Program Afiliasi

Program afiliasi adalah kerja sama antara website dengan sebuah perusahaan untuk mempromosikan produk mereka dan akan mendapatkan komisi untuk setiap transaksi. Besar komisi yang akan kita dapatkan akan bervariasi, hal tersebut tergantung kebijakan dari setiap perusahaan. Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk mendapatkan materi promosi yang bisa digunakan pula sebagai sarana untuk mempelajari cara memasang iklan di kemudian hari.

Bentuk kerja sama dari program afiliasi biasanya berupa sebuah referral code yang akan didapatkan disaat bergabung. Referral code tersebut akan berfungsi sebagai pendeteksi pembeli sehingga disaat ada calon pembeli yang mengetikkan kode maupun mengklik link yang kamu lampirkan pada website-mu, referral code tersebut akan langsung terdeteksi sebagai sumbernya. Tak hanya website saja, referral code juga dapat dibagikan lewat media sosial, jadi hal tersebut tergantung dari bagaimana perjanjianmu dengan perusahaan tersebut.
Catatan: Pilihlah jenis program afiliasi yang sesuai dengan niche website-mu dan pastikan kamu menyediakan konten yang berkualitas dan relevan.

2. Iklan Konteksual

Iklan kontekstual yaity iklan yang ditayangkan berdasarkan pada konteks ataupun konten yang ditampilkan di halaman website. Format yang ditampilkan juga cukup beragam, dari tampilan segi grafis, hingga teks, dan sampai video yang dapat kamu tempatkan di mana pun sesuai dengan layout website-mu. Untuk saat ini, jenis iklan yang paling popular dan pastinya sering kita dengar yaitu Google Adsense.

Untuk komisi iklan kontekstual tidaklah sama seperti program afiliasi yang langsung memberikan komisi sekian persen setiap kali transaksi, untuk nominal komisi iklan kontekstual biasanya lebih kecil dan diperlukan waktu yang cukup lama supaya dapat benar-benar menghasilkan. Sistem penghitungannya juga berbeda-beda, ada yang per klik, ada pula yang berdasarkan pada jumlah impresi atau seberapa banyak dilihat oleh pengunjung website. Tapi, jika traffic pada website-mu cukup bagus, kamu juga dapat dengan mudah untuk menghasilkan uang dari jenis iklan ini.

Tapi sayangnya, untuk pemilik website tidak memiliki kontrol penuh terhadap iklan apa saja yang muncul, sehingga hal tersebut dapat menjadi berbagai masalah. Mungkin ada beberapa iklan yang dapat diblokir, tapi tetap saja para pemilik website tidak dapat memilih iklan yang mirip dengan topik pada website mereka. Hal ini dikarenakan Google tidak hanya memakai topik utama pada website sebagai parameter, tetapi juga memakai kata kunci dari hasil pencarian di Google Search.

Meskipun kamu dapat menempatkan iklan di mana pun pada website-mu, tapi jangan sampai iklanmu memenuhi halaman website. Selain itu juga kamu sebaiknya jangan coba-coba untuk mengklik iklan yang tampil ataupun meminta temanmu agar membantu menambahkan klik karena hal tersebut akan menyalahi aturan Google Adsense. Jika kamu melakukannya, website-mu kemungkinan akan mendapatkan peringatan/penalti.
Catatan : Pasanglah iklan secukupnya saja, jangan sampai memasang iklan terlalu banyak hingga membuat pembaca pada website-mu merasa terganggu.

3. Menyewakan Ruang

Kamu juga dapat menggunakan space pada website-mu dan mailing list untuk menghasilkan uang. Caranya yaitu dengan menyewakan ruang kepada para pengiklan, biasanya banner ataupun widget di bagian sidebar. Keuntungannya yaitu pemilik website dapat menentukan tarif harga sendiri serta iklan apa saja yang dapat tampil pada website mereka.

Tapi, sebelum kamu menyewakan ruang untuk penempatan iklan, pastikan website-mu sudah mempunyai kredibilitas yang baik. Karena, pengiklan juga ingin mengetahui website apa yang nantinya akan menayangkan iklan mereka. Jadi, perhatikan dulu kualitas konten serta tampilan dan aksesibilitas layout website-mu!

4. Sponsorship

Sponsorship yaitu jenis iklan yang terbilang sangat menggiurkan dan juga yang sangat sulit untuk di dapatkan. Untuk lebih jelasnya, sebagai contoh ada seorang pemilik website yang bekerja sama dengan pengiklan untuk mempromosikan sebuah produk tertensu. Si pengiklan akan memberikan kita sejumlah uang atau mereka menawarkan diri untuk menjadi sponsor pada website-mu.

Contoh bentuk kerja sama lainnya yaitu si pengiklan dapat menjadi sponsor dari lompa ataupun giveaway yang akan kamu adakan. Beberapa keuntungan  yang dapat kamu tawarkan ke pihak sponsor yaitu penempatan logo pada setiap media promosi, contohnya seperti penulisan nama brand di setiap artikel, atau bisa dengan penyebutan sponsorship partners pada suatu acara, sama halnya seperti di televisi maupun radio. Jadi kamu dapat menambahkan kegiatan penyebutan brand tersebut ke dalam daftar keuntungan yang akan diterima oleh pihak sponsor.

Bentuk lainnya dari sponsorship yaitu sponsored post. Sang pengiklan akan meminta untuk mengunggah artikel mereka pada website-mu (content placement) atau mereka akan meminta kamu untuk menuliskan sebuah artikel yang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan mereka. Untuk artikel yang biasanya mereka sediakan adalah artikel yang mengandung kata kunci tertentu dan mengharuskan kamu untuk melampirkan link (hyperlink) yang mereka berikan kepadamu.

Tapi, akankan artikel yang kamu tulis nantinya akan penuh dengan kalimat iklan ?, untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang dua jenis cara beriklan yang biasanya dilakukan lewat internet, pertama yaitu Hard-selling contohnya "beli sekarang", ataupun "segera lakukan pemesanan", dan lain sebagainya. Kedua yaitu Soft-selling yaitu melontarkan kalimat-kalimat iklan yang disebutkan ataupun ditulis secara tidak langsung.

Selain itu, untuk kamu yang bertanya-tanya tentang permasalahan "apa artikel bersponsor tersebut akan membuat website dianggap spam atau tidak?". Berdasarkan dari aturan yang telah di tetapkan oleh pihak Google, tidak banyak link yang dapat kamu sematkan pada sebuah artikel, oleh karena itu kamu haruslah memahami tentang struktur pada artikelmu nantinya. Bukan hanya jumlah link, pastikan juga kamu untuk menautkan link pada artikelmu ke halaman website yang aman serta berkredibel.

5. Produk Gratis

Untuk cara ini biasanya disebut dengan endorsement, yaitu ketika perusahaan ataupun brand memberikan produk mereka kepada influencer atau pemilik website. Beberapa produk yang mereka berikan bisa dalam bentuk makanan, tiket perjalanan ataupun sebuah kegiatan hiburan.

Tapi jangan lupa, jika kamu mengulas sebuah barang ataupun bentuk jasa, ulaslah dengan jujur. Tidak perlu untuk memberikan pujian yang berlebihan, ataupun mencela secara  berlebihan jika produk mereka tidaklah sesuai dengan ekspektasimu. Peraturan tersebut juga berlaku untuk monetisasi blog, jadi pastikan kamu telah melengkapi website-mu dengan ketentuan yang menjelaskan tentang penerimaan sponsorship baik itu dalam bentuk imbalan produk gratis untuk ulasan darimu.
Catatan : Untuk mengulas sebuah produk, berikanlah testimoni yang jujur. Jangan hanya menjual produk, jadi juallah manfaatnya kepada para pembaca pada website-mu.

6. Menjual produk

Untuk beberapa pemilik website mereka memulai monetisasi blog dengan cara mempromosikan produk dari si pengiklan ataupun dari program afiliasi, dan pada akhirnya mereka memulai menjual produk mereka sendiri. Mengingat jika sebuah blog semakin berkembang, maka konten dari blog tersebut juga harus semakin berkualitas, tentunya hal tersebut bisa dikatakan dengan suatu perkembangan alami. Lalu konten tersebut dapat dikembangkan dan dikonversikan ke dalam sebuah produk yang dapat dijual. Contohnya seperti ebook ataupun video tutorial.

Dengan menjual produk sendiri akan meningkatkan hasil penghasilan karena keuntungan yang akan menjadi milik sendiri 100%. Bersamaan dengan hal tersebut kamu juga akan semakin memahami akan proses penjualan produk melalui sebuah website bahkan kamu juga nantinya dapat membuka program afiliasimu sendiri.

Kesimpulan

Pada awalnya tentu kamu belum dapat bisa mendapatkan penghasilan yang cukup banyak. Akan tetapi dengan seiring berkembangnya ilmu yang sudah kamu pelajari pastinya akan bisa meningkatkan performa pada website-mu sehingga dapat melakukan monetisasi blog. Dan untuk satu hal yang terpenting yaitu teruslah pertahankan kualitas websitemu dengan cara memastikan websitemu cepat, aman, dan selalu bisa diandalkan.

Disamping itu,akan lebih baik lagi jika kamu dapat meningkankan kualitas konten pada website-mu sesuai kriteria SEO supaya dapat menaikkan peringkat website-mu di mesin pencari Google. Memang tidak ada jaminan berapa besar penghasilan yang akan kamu dapatkan, akan tetapi dengan seiringnya waktu dengan ditambah usaha dan kerja keras pastinya kamu akan dapat memetik hasil dari monetisasi pada website-mu.